Skip to main content

[REVIEW] Thayers-Rose Petal Facial Toner dan The Body Shop Vitamin E Hydrating Toner: Toner yang Nggak Bekerja dengan Baik di Kulitku

Kalo sebelumnya aku tulis soal toner yang bikin kulitku jauh lebih baik, sekarang aku akan review beberapa toner yang udah kucoba dan nggak memberikan efek apapun di kulitku.


1. Thayers-Rose Petal Facial Toner

Tergoda pakai ini karena temenku cocok banget pake ini, udah gitu harganya nggak terlalu mahal bikin aku ingin cobain. Berikut key ingredients yang ada di 1 botolnya:

- Glycerin: salah satu kandungan yang memang baik untuk melembapkan kulitmu yang berguna untuk menjaga lipid kulit di antara sel-sel kulit kita dalam keadaan sehat, melindungi dari iritasi, membantu memulihkan/menguatkan skin barrier.

- Witch Hazel blend with aloe barbadensis leaf: Witch hazel dikenal menenangkan jerawat du wajah, memperbaiki hiprepigmentasi di wajah, dan sama seperti manfaat aloe, yaitu mengurangi inflamasi


Di sinilah letak kebodohanku, kurang research soal witch hazel yang ternyata NGGAK BAGUS BUAT KULIT KERING! Nah, witch hazel tuh berasal dari kulit kayu dan daun scrub hazel yang memiliki kandungan:

- Tanin yang bisa sensitized dan bersifat mengeringkan. 

- Eugenol merupakan senyawa pewangi minyak essential alami yang berpotensi membuat kulit semakin sensitif.

- Alkohol kebanyakan witch hazel disuling dengan alkohol yang diubah sifatnya dan sebenarnya alkohol sederhana yang rendah nggak terlalu buruk buat kulit. Nah, ini presentase yang ditemukan sekitar 12%-15% yang nilanya tinggi, jadi bisa mengeringkan kulit bahkan terjadi pengelupasan kulit.


Walaupun produk ini bebas alkohol, kan tetap ada Tanin dan Eugonol yang bisa menimbulkan masalah. Jadi, bisa dibayangkan yang awalnya kulit udah kering kerontang, pake ini apa nggak makin-makin kering :) mohon jangan ditiru kebodohanku :)

Nah, teksturnya yang seperti air, sehingga kulitku yang kering kerontang perlu kelembapan lebih (dengan tekstur slightly lebih sticky).




2. The Body Shop Vitamin E Hydrating Toner

Dapat rekomendasi dari temenku yang sempat punya masalah yang sama, yaitu kulit kering kerontang karena skin barrier yang rusak, dan dia pakai ini sebagai tonernya. Berikut key ingredients di dalamnya:

Tocopheryl Acetate: merupakan salah satu bentuk dari Vitamin E yang bekerja sebagai antioksidan. Memiliki 'umur' yang lebih panjang dan lebih stabil.

- Glycerin: salah satu kandungan yang memang baik untuk melembapkan kulitmu.

- Diglycerin: kayak 'kakaknya' Glycerin, menjaga kelembapan kulit dengan mencegah air di permukaan kulitmu menguap. Dibandingkan dengan Glycerin, Diglycerin memiliki struktur molekul lebih gede, sehingga lebih lama masuk ke kulit namun lebih menghidrasi permukaan kulit dengan less sticky.

Walau memang bebas alkohol, produk ini produk ini wangi banget! Alih-alih menenangkan, yang ada malah bikin pusing. Inilah kandungan parfum yang ada di dalamnya: Parfum, Benzyl Benzoate, Hydroxycitronellal, Limonene, Geraniol, Linalool, Citronellol, Cinnamyl Alcohol. Kalau aku aku aplikasikan ke wajah, bukannya bikin kulit tenang, rasanya malah bikin kulit makin merah. Dugaanku, kulitku nggak cocok dengan jenis parfum yang digunakan di sini. Tapi, soal tekstur aku suka karena nggak terlalu encer yang kayak air biasa, malahan kayak agak kental gitu. 


Comments

  1. Numpang promo ya Admin^^
    ayo segera bergabung dengan kami di ionqq^^com
    dengan minimal deposit hanya 20.000 rupiah :)
    Kami Juga Menerima Deposit Via Pulsa & E-Money
    - Telkomsel
    - GOPAY
    - Link AJA
    - OVO
    - DANA
    segera DAFTAR di WWW.IONPK.ME (k)
    add Whatshapp : +85515373217 x-)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Fifth Step: [REVIEW] COSRX Hyaluronic Acid Intensive Cream

 Menyadari kalau perlu moisturizer yang bener-bener melembapkan dan bisa nge-seal semua produk dan kelembapan di kulit dengan maksimal, aku nggak bisa pakai mosturizer yang ringan.I need heavy-thick texture moisturizer, tapi dengan kandungan yang tepat buat memperbaiki skin barrier. Setelah liat page Sociolla.com beberapa hari, pilhanku jatuh pada COSRX Hyaluronic Acid Intensive Cream ini. Moisturizer ini bener-bener nggak neko-neko dan gimmick-ish gitu, straight-forward untuk melembapkan kulit karena ada kandungan Hyaluronid sebagai bahan utamanya. Inilah key ingredients yang ada: - Glycerin : salah satu kandungan yang memang baik untuk melembapkan kulitmu yang berguna untuk menjaga lipid kulit di antara sel-sel kulit kita dalam keadaan sehat, melindungi dari iritasi, membantu memulihkan/menguatkan skin barrier. - Sodium Hyaluronate : Merupakan turunan Hyaluronic Acid yang memiliki 'partikel' lebih kecil jadi bisa masuk ke kulit lebih mudah. - Arginine : Semi-essential dari as

Second Cleanser (Part 1): REVIEW Sunday Riley Ceramic Slip Cleanser (Indonesia)

Haloooo! Udah sebulan lebih aku mengikuti anjuran pemerintah untuk #DiRumahAja. Karena aku merasa banyak waktu luang selama di rumah, jadi aku memutuskan untuk kembali menulis di sini. Teman-teman, jangan lupa untuk jaga kesehatan dengan nggak usah kemana-mana dulu, kalaupun memang ingin pergi baiknya langsung bebersih diri begitu sampai rumah. Kalau kamu ngerasa bosen, bisa mengisi waktu dengan baca-baca tulisan blog ini dan kasih feedback apapun ya, HEHE. Kalau sebelumnya di sini ngomongin soal first cleanser yang aku pakai, sekarang aku akan bahas soal face wash atau second cleanser di sini. First thing first, kondisi kulit dan skin concern -ku saat ini adalah mengembalikan skin barrier yang rusak akibat overexfoliate, yang tentunya akan lebih baik kalau pake face wash yang lembut. Sejujurnya, dulu sempat abai soal facial wash karena menganggap kalau facial wash ini kan hanya ada di wajah dalam waktu singkat. Jadi, nggak akan ada perubahan yang signifikan 'kan?

Apa yang Lucu dari Pelecehan Seksual?

Sumber gambar:  https://relationship.popbela.com/single/dinalathifa/pelecehan-seksual-2 Saya mendapatkan pelecehan seksual sejak saya duduk di bangku sekolah dasar. Sekolah saya merupakan sekolah yang religius, membawa nama salah satu agama di sini. Tidak ada yang namanya aurat--yang selama ini disalahkan--terdapat di sana. (Pada saat itu) pasti tidak pernah terpikir untuk mendapatkan pelecehan dalam bentuk apapun, tapi teman laki-laki saya berkali-kali mencoba membuka rok saya secara paksa, tanpa consent saya. Lalu saya-lah yang merasa malu dengan perlakuan mereka. Sementara mereka? Tertawa, seakan pelecehan ini lelucon belaka. Menginjak semasa SMA, pelecehan seksual rupanya tidak berhenti begitu saja. Tak terhitung berapa kali merasa tidak nyaman ketika teman laki-laki saya bersorak ketika saya lewat, kadang sendiri atau bersama teman, terkadang juga meneriaki kata-kata yang membuat tidak nyaman. Saya menunduk malu dan takut. Sementara mereka? Tertawa. "Ini kan cuma lel