9.01.2018

I Left Some Pieces of My Heart at Yogyakarta

First time I came to Yogyakarta when I was in Junior High School, after that my family and I religiously came to Yogyakarta every year. But something happened, we didn't come to 'Gudeg heaven' city for years. Last year was my first time came to Yogyakarta again, and luckily this year I could enjoy Yogyakarta again.

First time I went there, I instantly fell in love with this place. I enjoyed walking around Malioboro, observed crowd there about people interactions, bought fascinating stuff sold there. After years I didn't come, I absolutely more and more fall in love this city. I found myself enjoyed night walk to Angkringan, or heard people talking with Javanese language, and great street musician, and many simple things.

This year, I enjoyed moments with minimum pictures (well I captured small amount of pictures--If we compare to this post). I only took pictures at several places, not every places I visit in Yogyakarta.





I took pictures at Rumah Makan Demangan, Claradevi's restaurant. At this place, I could feel Kak Clara's taste and personality, I felt like I know her personally. I found this place has vintage inspired decorating plus cozy place and family-friendly place yet perfect place to hangout with friends. I also came to Yogyakarta National Museum, there was an exhibition about digital art but we didn't take much pictures because we just enjoyed everything there.

I wore something bright yet kind of vintage, fun yet old-style. I chose this basic black tank, and bright yellow a-skirt. To made it more fun, I just added a pair of earrings! 

Top: HnM
Skirt: Zara
Slippers: Details
Tote Bag: Zalora
Earrings: @giwang_giwang (instagram)





and surely, I took pictures at hotel where we stayed, Adhistana Hotel (same hotel as  last year visit). I took several pictures before I swam early morning. Isn't it good, same place but created different memories? Decided to wear bikini, validated myself that I'm good in bikini.




Inhale,
Exhale.
I love this city. 

8.16.2018

Apa yang Lucu dari Pelecehan Seksual?


Saya mendapatkan pelecehan seksual sejak saya duduk di bangku sekolah dasar. Sekolah saya merupakan sekolah yang religius, membawa nama salah satu agama di sini. Tidak ada yang namanya aurat--yang selama ini disalahkan--terdapat di sana. (Pada saat itu) pasti tidak pernah terpikir untuk mendapatkan pelecehan dalam bentuk apapun, tapi teman laki-laki saya berkali-kali mencoba membuka rok saya secara paksa, tanpa consent saya. Lalu saya-lah yang merasa malu dengan perlakuan mereka. Sementara mereka? Tertawa, seakan pelecehan ini lelucon belaka.

Menginjak semasa SMA, pelecehan seksual rupanya tidak berhenti begitu saja. Tak terhitung berapa kali merasa tidak nyaman ketika teman laki-laki saya bersorak ketika saya lewat, kadang sendiri atau bersama teman, terkadang juga meneriaki kata-kata yang membuat tidak nyaman. Saya menunduk malu dan takut. Sementara mereka? Tertawa. "Ini kan cuma lelucon" Kata mereka.
Ingin tau bagian terburuk semasa SMA? Pasangan saya berbicara empat mata dengan saya, "Memangnya kamu masih perawan? Biarkan aku memastikan!". Saya merasa sangat malu, marah, dan kecewa campur aduk. Bagaimana dengan reaksinya? Bergeming, sedikit tersenyum si sudut bibirnya.

Belum lagi soal pelecehan yang terjadi di jalanan. Saya masih ingat betul ketika saya mengenakan seragam SMP serba-panjang di pinggir jalan menunggu angkutan umum, ada seorang laki-laki tak di kenal mencolek bagian tubuh saya. Saya merasa sangat kaget, malu, takut bahkan ingin menangis di tempat. Lagi-lagi, laki-laki itu hanya tertawa.

Tertawa, ada kepuasan tersendiri dari melecehkan perempuan? Apakah harus ditampar dengan pernyataan "bayangkan sadaramu yang mendapatkan perlakuan demikian"? Tidak mampukah menempatkan perempuan TIDAK HANYA sebagai objek?

Setelah semua kejadian itu, apa yang terjadi? Saya memilih diam, saya tutup rapat. Saya merasa sangat malu dan takut dari semua pengalaman itu, saya tidak siap dengan pertanyaan dan prasangka dari orang lain. Sampai beberapa saat yang lalu memutuskan untuk bercerita pada kawan tentang pelecehan yang saya alami. Saya masih merasa ketakutan dan terluka ketika mengingat kejadian itu.

Ada yang perlu diingat: pelecehan seksual mampu meninggalkan memori buruk seumur hidup. Tidak sulit memamanusiakan manusia, bukan objek semata.

8.04.2018

Hello Retro Babes!


She describes her personal style as edgy, dark, androgyny, and unconventional. She loves wearing something that show her curves, she barely wear something loose, "just not me." she said. Her most favorite colours all the time: black and white. Period. Well, sometimes she wore something pastels or red, but again "just not me."

Top: Next
Jeans: Pull n Bear
Shoes: Doc Martens
Belt: Pull n Bear
Sunglasses: Rayban
Hoop Earrings: Bershka



Me, Malisa (@malisaaabc)
I describe my personal style as vintage or retro inspired, feminine, yet quirky. You'll find me with stripes from head to toe with different colours, or maybe super vintage or retro vibe. The contrary of Detha, I really enjoy to mix colours and patterns, I don't mind experimenting to my outfit looks, BUT I choose wearing skirt rather than pants.


Top: Bershka
Jeans: Pomelo 
Heels: Charles and Keith
Sunglasses: Vintage Gucci
Bandana: thrift store



Both of us have different personal style, we stepped out from our comfort zone by wearing something that we rarely used in daily. For Detha, she was wearing Yellow and I was wearing pants! Our outfits looks so retro-ish but with touch of our personal style. We still look "It's really you" with this look.
So, Hello Retro Babes! #TheXOXOBabes

In the future, you'll often find Detha and I doing collaborations #TheXOXOBabes for fashion, beauty and many more. So stay tune, guys!

7.15.2018

How To Create 'Glass-Skin' Make Up Look with Drugstore Products?


Gimana sih caranya bikin make up look kayak gini yang keliatan kayak becek trus kayak minyakan ATAU yang lagi nge-tren disebut 'glass-skin' make up dengan cara super gampang??

1. Prepare your skin! Pake skincare yang emang kamu perlukan buat preparation setiap make up yang akan dipakai. Buat yang penasaran skincare apa yang kupakai, bisa langsung cek di sini!

2. Pake primer. Aku sendiri pake primer yang udah jadi satu sama moisturizer dari Haple, yang berupa campuran grapeseed oil dan almond oil.

3. Sebelum pake foundation, aku pake concealer dari Maybelline yang shade 25: sand buat menutupi beberapa bagian bekas jerawat atau bekas gigitan nyamuk di mukaku. 🌟 Nah aku punya teknik di sini dari Kak Sandy biar concealer lebih bisa menutupi bekas-bekas jerawat nakal: tunggu agak lama setelah dioleskan concealer.

4. Sambil nunggu concealer agak kering, aku bikin alis. Buat alis, aku pake Just Miss aja yang super murah di Stroberi kayak cuma 17 ribu atau 18 ribu gitu sekarang, dan udah ada brush-nya juga!

5. Biasanya setelah aku udah bikin alis, langsung blend concealernya pake jari aja gitu.


6. Barulah aku pakai foundation. Aku pake foundation Make Over shade 05: velvet nude. Pakenya ngga usah terlalu banyak, biar ngga terlalu dempul juga dan masih keliatan kayak kulit beneran. Aku blend pake foundation brush, dan amazing-nya ngga gitu cracking di smiling line dibandingkan kalo aku pake blending sponge. OIYA, foundation ini agak cepet kering jadi kudu agak cepet blend-nya yah!


7. Selanjutnya, aku pake cream contour dari Inez. Pakenya sedikit aja asalkan wajah udah cukup 'berdimensi' seperti yang diinginkan. Buat pakenya di daerah pipi, aku taruh di atas tempat yang seharusnya biar keliatan lebih terbentuk yang aku mau. Jangan lupa pake di bagian luar hidung, buat kasih efek hidung mancung. 

8. Karena ngga punya cream blus, akhirnya pake lipstick dari Wardah shade 32: Sheer Brown, yang warnanya orange agak coklat gitu.


9. Aku pake eyeshadow dari Inez yang Venice. Aku ambil warna coklat yang paling gelap buat di kris aku, trus pake yang gliter gold gitu buat di seluruh kelopak mata. Ngomong-ngomong, SERIUS, eyeshadow ini super versatile yang bisa dipake buat apa aja, bisa buat eyeshadow sendiri sampe bisa dipake buat highlighter!


10. Biar bulu mata 'naik' tapi tetep punya kesan naturan, aku jepit bulu mata dulu sebelum pake mascara. Buat mascara dari Oriflame yang The One (packaging-nya warna abu-abu) buat panjangin bulu mata trus aku lapisin pake Maybelline Magnum Mascara buat nebelin mas bulu mata. Trus aku jepit bulu mata lagi biar makin 'naik' matanya. 


11. Trus buat complexion terakhir aku tinggal kasih highlighter di tulang pipi atas sampe ke atas alis, kayak huruf C. Nggak lupa aku juga kasih di tengah hidung agar makin kasih dimensi gitu ke muka. Nah, aku pake gliter dari Inez shade 07: Sunstone Yellow, glitter ini serius BOMB BANGET!! Meskipun ini glitter tapi masih bisa banget kalo dipake jadi highlighter dan ngga keliatan glittery!


12. Pakai lipstik di sini aku pertama pake Make Over shade 011: Baby Bombshell overdrawn gitu, trus dalemnya aku kasih lipsticj warna maroon dari Just Miss J-30. Baru deh aku kasih lipgloss dari Make Over.


Voila! jadi deh make up look yang berkilau banget atau 'glass-skin' yang lagi ngetren sekarang. Untuk buat makin tahan lama bisa banget pake setting spray!
PS: banyak produk yang udah ngga oke packaging-nya abisnya aku kalo naruh suka sembarangan :"